Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Proyek Security System di Perusahaan?
Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Proyek Security System di Perusahaan?
Proyek security system di perusahaan sebaiknya tidak dimulai dari memilih merek atau membeli kamera sebanyak mungkin. Sebelum perangkat dipesan, perusahaan perlu mengetahui apa yang ingin diamankan, bagaimana sistem akan digunakan, dan kondisi infrastruktur yang sudah tersedia.
Persiapan di awal akan membantu tim perusahaan, vendor, maupun kontraktor memiliki gambaran yang sama. Selain mengurangi risiko perubahan pekerjaan di tengah proyek, langkah ini juga membantu anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting.
Lalu, apa saja yang perlu disiapkan?
1. Tentukan Tujuan Security System
Langkah pertama adalah menentukan tujuan pemasangan sistem keamanan.
Apakah perusahaan ingin meningkatkan pengawasan area? Membatasi akses ke ruangan tertentu? Mencatat keluar-masuk karyawan dan tamu? Mengawasi kendaraan? Atau mengintegrasikan beberapa sistem agar monitoring lebih mudah?
Tujuan tersebut akan memengaruhi desain sistem yang digunakan.
Misalnya, kebutuhan monitoring area terbuka tentu berbeda dengan kebutuhan pengamanan ruang server atau gudang dengan barang bernilai tinggi.
2. Petakan Area yang Perlu Diamankan
Buat daftar area perusahaan yang membutuhkan pengawasan atau pembatasan akses.
Area tersebut dapat meliputi:
- Pintu masuk dan keluar.
- Area parkir.
- Lobby.
- Ruang kantor.
- Gudang.
- Loading area.
- Area produksi.
- Ruang server.
- Ruang penyimpanan dokumen atau aset.
- Perimeter perusahaan.
- Area khusus yang hanya boleh diakses personel tertentu.
Pemetaan ini menjadi dasar untuk menentukan perangkat dan jumlah titik yang diperlukan.
3. Siapkan Denah atau Data Bangunan
Jika tersedia, perusahaan sebaiknya menyiapkan denah bangunan, site plan, atau gambar layout area.
Dokumen tersebut dapat membantu proses awal perencanaan. Posisi ruangan, pintu, jalur kendaraan, area terbuka, dan bangunan lain dapat dipelajari sebelum dilakukan survey lapangan.
Namun, denah saja biasanya belum cukup. Kondisi aktual tetap perlu diperiksa melalui survey.
4. Lakukan Survey Lokasi
Survey merupakan bagian penting sebelum menentukan desain security system.
Tim proyek perlu melihat kondisi sebenarnya, termasuk posisi pemasangan kamera, jalur kabel, ketersediaan jaringan, sumber listrik, kondisi pencahayaan, struktur bangunan, dan lokasi perangkat pendukung.
Untuk CCTV, misalnya, posisi kamera tidak cukup ditentukan hanya berdasarkan denah. Sudut pandang, jarak objek, pencahayaan, dan potensi blind spot juga perlu diperhatikan.
5. Periksa Infrastruktur Jaringan dan Listrik
Security system modern banyak bergantung pada infrastruktur perusahaan.
CCTV IP membutuhkan jaringan yang memadai. Perangkat tertentu membutuhkan koneksi ke server atau jaringan internal. Sementara perangkat keamanan lainnya tetap membutuhkan sumber listrik yang stabil.
Karena itu, sebelum proyek berjalan, perusahaan perlu mengetahui:
- Ketersediaan titik listrik.
- Kondisi jaringan LAN.
- Kapasitas jaringan.
- Lokasi rack atau network cabinet.
- Jalur kabel yang dapat digunakan.
- Kebutuhan PoE.
- Ketersediaan UPS jika diperlukan.
- Lokasi penyimpanan perangkat atau server.
Pemeriksaan ini dapat mencegah munculnya pekerjaan tambahan ketika instalasi sudah dimulai.
6. Tentukan Siapa yang Akan Menggunakan Sistem
Security system bukan hanya dipasang lalu dibiarkan bekerja. Harus ada pihak yang bertanggung jawab mengoperasikannya.
Perusahaan perlu menentukan siapa yang akan:
- Memantau CCTV.
- Mengelola user access control.
- Mengelola data pengunjung.
- Mengecek rekaman.
- Menangani alarm.
- Melakukan eskalasi ketika terjadi kejadian.
- Mengelola hak akses administrator.
Dengan mengetahui pengguna sistem sejak awal, konfigurasi perangkat dan hak akses dapat dirancang lebih sesuai.
7. Tentukan Kebutuhan Integrasi
Jika perusahaan memiliki beberapa sistem, pikirkan integrasinya sejak tahap perencanaan.
Contohnya CCTV dapat diintegrasikan dengan access control. Sistem visitor management dapat dikaitkan dengan akses pintu. Barrier gate dapat dikombinasikan dengan sistem identifikasi kendaraan atau kontrol akses.
Integrasi yang dipikirkan sejak awal biasanya lebih mudah dibandingkan mencoba menggabungkan sistem yang sejak awal dibangun secara terpisah.
8. Siapkan Kebutuhan Data dan Penyimpanan
Untuk CCTV, perusahaan perlu menentukan berapa lama rekaman ingin disimpan.
Kebutuhan storage dipengaruhi oleh jumlah kamera, resolusi, frame rate, metode kompresi, serta durasi penyimpanan yang diinginkan.
Misalnya, kebutuhan penyimpanan untuk 20 kamera dengan target penyimpanan 30 hari tentu berbeda dengan 50 kamera yang hanya membutuhkan rekaman 14 hari.
Karena itu, kebutuhan storage sebaiknya dihitung sejak tahap desain.
9. Tentukan Anggaran dan Prioritas
Anggaran perlu disiapkan berdasarkan kebutuhan, bukan hanya berdasarkan harga perangkat.
Perusahaan sebaiknya memisahkan kebutuhan utama dan kebutuhan tambahan.
Contohnya, CCTV untuk pintu masuk dan area kritis mungkin menjadi prioritas utama. Sementara fitur tambahan dapat direncanakan pada tahap berikutnya.
Cara ini memungkinkan proyek tetap realistis tanpa mengorbankan area yang memang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi.
10. Tentukan Standar dan Spesifikasi yang Dibutuhkan
Dalam proyek perusahaan, spesifikasi teknis sebaiknya ditentukan sebelum meminta penawaran dari beberapa vendor.
Spesifikasi dapat mencakup:
- Jenis dan jumlah kamera.
- Resolusi.
- Kapasitas penyimpanan.
- Jenis access control.
- Jumlah pintu.
- Jenis barrier gate.
- Kebutuhan visitor management.
- Kebutuhan alarm.
- Kebutuhan monitoring terpusat.
- Integrasi dengan sistem yang sudah ada.
Dengan spesifikasi yang jelas, perusahaan lebih mudah membandingkan penawaran dari beberapa penyedia.
11. Perhatikan Jalur Instalasi dan Aktivitas Operasional
Pekerjaan security system biasanya dilakukan di area yang tetap digunakan untuk aktivitas perusahaan.
Karena itu, jadwal dan metode instalasi perlu dibicarakan sejak awal.
Pemasangan kabel di area produksi, gudang, kantor, atau loading area mungkin perlu dilakukan di luar jam sibuk. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan prosedur keselamatan kerja dan akses teknisi ke lokasi.
Persiapan ini membantu mengurangi gangguan terhadap aktivitas operasional.
12. Siapkan Rencana Maintenance
Proyek tidak selesai ketika perangkat sudah menyala.
Perusahaan perlu mengetahui bagaimana sistem akan dirawat setelah implementasi. Maintenance dapat mencakup pemeriksaan perangkat, storage, jaringan, kabel, koneksi, konfigurasi, serta kondisi kamera dan perangkat keamanan lainnya.
Untuk perusahaan yang mengandalkan security system setiap hari, maintenance menjadi bagian penting agar sistem tetap dapat digunakan ketika dibutuhkan.
Apakah Semua Persiapan Harus Dilakukan Sendiri?
Tidak selalu.
Perusahaan dapat menyiapkan informasi dasar seperti denah, kebutuhan operasional, area yang dianggap penting, dan tujuan proyek. Setelah itu, detail teknis dapat dibahas bersama konsultan atau integrator security system melalui survey dan analisis lokasi.
Justru pada proyek yang cukup kompleks, diskusi sejak awal dapat membantu perusahaan menemukan kebutuhan yang mungkin belum terlihat dari sisi internal.
Checklist Sebelum Proyek Security System Dimulai
Sebelum proyek masuk tahap pengadaan, perusahaan dapat menggunakan checklist sederhana berikut:
- Tujuan proyek sudah ditentukan.
- Area yang perlu diamankan sudah dipetakan.
- Denah atau layout lokasi tersedia.
- Survey lokasi sudah dilakukan.
- Infrastruktur jaringan sudah diperiksa.
- Ketersediaan listrik sudah diperiksa.
- Jumlah pengguna sistem sudah diperkirakan.
- Kebutuhan integrasi sudah dibahas.
- Kebutuhan penyimpanan sudah dihitung.
- Anggaran dan prioritas sudah ditentukan.
- Spesifikasi teknis sudah disusun.
- Jadwal instalasi sudah dibahas.
- Rencana maintenance sudah dipertimbangkan.
Semakin jelas persiapan di tahap awal, semakin mudah proyek dikendalikan ketika masuk ke tahap pengadaan dan instalasi.
Kesimpulan
Sebelum memulai proyek security system di perusahaan, jangan langsung berfokus pada pembelian perangkat. Mulailah dari kebutuhan keamanan, pemetaan area, survey lokasi, kondisi jaringan dan listrik, kebutuhan pengguna, integrasi, storage, anggaran, hingga maintenance.
Persiapan tersebut membantu perusahaan mendapatkan sistem yang lebih sesuai dengan kondisi operasional, sekaligus mengurangi risiko biaya tambahan atau perubahan desain ketika proyek sudah berjalan.
Konsultasikan Rencana Security System Perusahaan
Jika perusahaan sedang menyiapkan proyek CCTV, access control, barrier gate, visitor management, alarm, atau security system terintegrasi, kebutuhan teknis dapat dibahas terlebih dahulu melalui survey dan konsultasi.
PT. Solusi Integrasi Terkini dapat membantu proses mulai dari konsultasi, survey, perencanaan, pengadaan, instalasi, integrasi, hingga maintenance security system.
Untuk konsultasi kebutuhan proyek security system perusahaan di Sidoarjo dan sekitarnya, hubungi 0819-28844-888.
